Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Pernyataan Sikap DPP FPI Atas Ledakan Bom Pada Perayaan Maulid Nabi Di Afghanistan


PERNYATAAN SIKAP DPP FPI ATAS LEDAKAN BOM
PADA PERAYAAN MAULID NABI ﷺ DI AFGANISTAN



1. Kami Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam mengutuk keras pengeboman yang terjadi di Afganistan disaat umat Islam Afganistan sedang memperingati Maulid Nabi ﷺ.

2. Menuntut Pemerintah Afganistan untuk mengusut dan mengadili serta menghukum seberat-beratnya semua yang terlibat dalam Bom tersebut.

3. Kami DPP FPI yang  memegang teguh Akidah Ahlussunnah wal Jama'ah Asy'ariyah, mengecam keras sikap mudah mengkafirkan (Takfiri) yang berujung pada pembunuhan sesama muslim.

4. Kami juga mengecam keras segala pembunuhan terhadap manusia, apa pun Agamanya, yang dilakukan tanpa hak, karena mereka yg bukan saudara seiman adalah saudara kita dalam Kemanusiaan.

5. Mengajak semua elemen umat Islam khususnya umat Islam Indonesia untuk melawan Ekstrimisme dan Liberalisme yang dapat memicu konflik di Negeri ini, serta memegang teguh Ahlussunnah wal Jama'ah yang menjunjung tinggi prinsip Tawazun, Tawasuth, Tasamuh dan I'tidal.

Jakarta, 21 November 2018.

Ttd,
KH. Ahmad Shobri Lubis
Ketua Umum DPP FPI

FPI-Online.com

Sumber http://www.fpi-online.com

Kenapa HILMI - FPI Terjun Ke Pelosok Desa Rohingya Di Myanmar? Ini Jawabannya

Selasa, 11 Desember 2018

FPI-Online.com-Jakarta,  Ribuan penduduk etnis Muslim Rohingya kini masih menetap di berbagai rumah temporer dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu serta atap yang dilapisi pelepah daun kelapa. Mereka tinggal berhimpitan, sesekali berbaring beralaskan anyaman tirai bambu. Saat hujan melanda, lantai tanah menjadi kobangan lumpur.

Kondisi demikian tak ubahnya seperti yang dirasakan oleh mereka yang masih menetap di camp pengungsian. Mereka kekurangan bahan pangan, kenyamanan, bahkan juga mengalami berbagai masalah kesehatan.

Krisis inilah yang kemudian menjadi persoalan utama Hilal Merah Indonesia (HILMI), salah satu anak organisasi muslim dari Front Pembela Islam (FPI) untuk melakukan aksi kemanusiaan di zona merah tersebut.

Bantuan sosial yang menjadi prioritas HILMI-FPI di wilayah ini adalah pendisitribusian bantuan logistik serta pembangunan hunian laik bagi mereka. Kenapa HILMI-FPI memilih langsung terjun ke berbagai pelosok desa?

Sehingga HILMI-FPI memilih langsung masuk ke pelosok desa untuk membantu kepada masyarakat yang memang sangat membutuhkan. Karena memang terjun di desa itu lepas dari semua relawan karena mayoritas relawan masuk ke camp pengungsian.

Seperti dikabarkan Ustad Chairul, salah seorang relawan Indonesia dari HILMI-FPI yang berhasil menyambangi ke pelosok desa untuk memantau perkembangan penduduk di wilayah tersebut. Menurutnya, masih banyak penduduk dan keluarga yang belum memiliki rumah serta`masih banyak yang tidur dengan beralaskan tenda seadanya.

"Alhamdulillah, kami dari HILMI-FPI sudah bisa berbuat mulia meski baru bisa mendirikan sebanyak 25 rumah. Namun Insya Allah, di tahap berikutnya kita akan kembali membangun rumah-rumah mereka yang manjadi skala prioritas HILMI-FPI," ungkap Chairul kepada media HILMI-FPI, pada Senin 10 Desember 2018.

Sebelumnya, kata Chairul, rencananya ingin HILMI-FPI ingin membangun rumah panjang. Namun, lantaran tanah di desa ini masih tanah per-keluarga. "Artinya, tanahnya hanya sedikit dan diperuntukkan hanya untuk per-keluarga, jadi tidak bisa kami lakukan, tidak bisa dijadikan satu seperti di camp-camp," imbuhnya.

Adapun beberapa rumah yang sudah dibangun oleh HILMI-FPI adalah sebanyak 25 rumah. "Ke-25 rumah tersebut sudah kita serahkan pada tanggal 29 November 2018 lalu, termasuk 15 toilet/MCK itu juga sudah kita serahkan semuanya kepada masyakarat Rohingya," jelas Chairul.

Pembangunan rumah dari HILMI-FPI untuk masyarakat Rohingya, adalah proses pemilihan secara akurat yang ditujukan untuk mereka yang benar-benar tidak memiliki rumah.

"Kita prioritaskan pembangunan rumah buat mereka adalah yang masih tinggal dengan rumah seadanya, yakni hanya tempelan saja. Itupun masih banyak sekali, karena kami memang terjun ke lapangan langsung dengan diantar oleh tim leader di kampung tersebut. Kami lihat bagaimana keadaan mereka, kemudian barulah pendirian rumah itupun ditetapkan," pungkasnya.

BANTUAN BAHAN PANGAN dari HILMI-FPI

Krisis kemanusiaan yang menimpa penduduk etnis muslim Rohingya, telah membatasi ruang dan gerak kaum Adam untuk bisa menghidupi keluarga mereka. Jadi, uluran tangan dan bantuanlah yang mereka harapkan selama ini.

"Mereka tidak memiliki pekerjaan. Hal itu bukan lantaran malas bekerja, mereka semua tipe pekerja keras. Hanya saja, keterbatasan ruang dan gejolak pemerintah yang memaksa mereka jadi seperti itu, makan dan minum hanya mengharapkan bantuan seadanya," beber Chairul kepada media HILMI-FPI.

Sementara itu, bantuan logistik yang didistribusikan HILMI-FPI pun sedikit mengalami keterlambatan, karena pemeriksaan sangat ketat sekali. Bantuan yang disalurkan inipun, kata Chairul, masih belum merata.

Bahan pangan yang diterima warga Rohingya masih belum cukup, karena di wilayah ini terdapat ribuan keluarga yang membutuhkan bantuan pangan. Sementara logistik yang diterima hanya 300 paket dengan rincian beras 20kg, serta 9 item sembako lain seperti minyak, kopi, susu, kacang dan sebagainya.

"Kita dari HILMI-FPI membawa bantuan hanya sedikit. Paket sembako yang berjumlah 300 paket untuk satu desa tidak cukup, minimal 2.500 paket. Namun setidaknya inilah bantuan yang bisa dipersembahkan.

"Saya juga ingin menggugah hati seluruh dermawan di Indonesia umumnya untuk bisa menyalurkan sebagian hartanya untuk saudara-saudara kita yang berada disini," harap Chairul. Rohingya belum ada perubahan apapun. Belum ada sekolah, masih banyak rumah yang belum laik huni, tidak ada handpump serta toilet/MCK.

"Bahkan, ada pula seorang janda yang hidup bersama 3 orang anaknya dengan rumah seadanya, tidak ada dinding, tidur hanya beralaskan tirai bambu. Seperti bangunan saung di pesawahan. Kembali, saya ingin mengetuk saudara muslim se-Indonesia untuk bisa membantu meringankan beban mereka disini," tuntasnya.

Sumber :
 http://hilalmerahindonesia.org/berita-494-ini-alasan-hilmifpi-terjun-ke-pelosok-desa-di-rohingya.html #ixzz5ZOOwmSzH

Sumber http://www.fpi-online.com

Natalius Pigai : 212 Breaking The Stigma Of Fundamentalist Islam


FPI-Online.com - Jakarta, Natalius Pigai aktifis Hak Asasi Manusia memberikan tanggapannya atas aksi umat islam dalam kurung beberapa tahun ini di Indonesia. Banyak hal yang terungkap dari ulasan beliau tentang Gerakan Umat islam di indonesia khususnya 212. Suatu gerakan spektakuler yang mungkin baru pertama kali terjadi dalam peradapan di indonesia khususnya dan dunia pada umumnya.

Di akun twitternya natalius Pigai menyampaikan sebagai berikut :

Peristiwa 411 tahun 2016, 212 di 2016, Reuni 212 tahun 2017 dan 2018 adalah nilai tertinggi dalam Peradabaan Islam yang memberi signal kepada Barat bahwa Dunia Islam tidak segelap seperti yang mereka bayangkan. (Natalius Pigai, Wawancara Independent Observer, 7-13 Desember 2018) 


Sumber http://www.fpi-online.com

Silaturahmi Hanny Kristianto Dan Kyai Zarkasyi Gontor Dengan Habib Rizieq Di Mekkah

Kamis, 13 Desember 2018

FPI-Online.com - Mekkah,

Hanny Kristanto

Bismillah,

IZZAH, MARWAH dan UKHUWAH ISLAMIYAH

Pagi ini Allah ijinkan saya bersama gurunda Kyai Zarkasyi dari Gontor bersilaturahiim dengan Habib Rizieq Shihab di kediaman beliau di Mekah

Kami juga menyampaikan salam dari Dr Zakir Naik dan K. H. Muhammad Arifin Ilham untuk habib dan keluarga besar FPI di Makkah..

Syukur Alhamdulillah ya Allah.. habib dan keluarga dalam keadaan sehat, aman, damai dan bahagia sejahtera..

Nur wajah nan teduh orang beriman memang membuat penyakit hati kafirun dan munafiqun semakin menjadi.. karena yang haq memang tidak akan bercampur dengan yang bathil.. ahli ibadah tidak akan sejalan dengan ahli maksiat.. seseorang akan bersama dengan yang dicintainya..

Selama ini begitu banyak fitnah dan hinaan orang - orang kafir dan munafiq untuk mencelakakan dan merendahkan beliau..

Lalu apakah hasilnya? Hal itu tidaklah menimbulkan mudharat bagi beliau sedikit pun ! Tidak menurunkan kedudukan beliau sedikit pun !! Tidak mengubah kedudukan beliau disisi Allah sedikit pun !!!

Justru mereka yang menjerumuskan diri mereka sendiri ke dalam kebinasaan dan in syaa Allah menyegerakan turunnya hukuman dan siksa kepada mereka dari Allah Azza wa Jalla.

Bukankah Allah Ta’ala berfirman:

ﺇِﻧَّﺎ ﻛَﻔَﻴْﻨَﺎﻙَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻬْﺰِﺋِﻴﻦَ

Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu). (QS. Al-Hijr 95)

ﺃَﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻜَﺎﻑٍ ﻋَﺒْﺪَﻩُ ﻭَﻳُﺨَﻮِّﻓُﻮﻧَﻚَ ﺑِﺎﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻧِﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓَﻤَﺎ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﻫَﺎﺩٍ

Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka menakut-nakutimu dengan  yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya. (QS. Az-Zumar 36)

Hikmah yang saya dapat dari silaturahiim ini:

Bertauhid itu tidak menuhankan pilpres, tegakkan sunnah, mari semakin bersemangat cintai saudara seiman dan eratkan Ukhuwah Islamiyah

Janganlah kita bersedih, janganlah khawatir atas apa yang dilakukan oleh orang-orang yang jahat itu. Mereka sedang terpedaya oleh syaithan..

Lebih dari cukup bagi kita dengan jaminan dari Allah Ta’ala yang senantiasa melindungi hamba-Nya.

Jika Allah dipihak kita..

Demi Allah, sesungguhnya perbuatan mereka (orang-orang kafir) itu tidaklah menambah bagi diri kita kecuali kita semakin berpegang teguh dengan sunnah Nabi kita Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjadikan beliau sebagai teladan hidup kita dengan sebenar-benarnya, bukan hanya sebatas pengakuan (klaim) semata.

Kita HTI (Harus Tetap Istiqomah) untuk berjalan di atas jalan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melaksanakan perintah-perintahnya, baik secara lahir dan batin sesuai dengan kemampuan kita.

Kita FPI (Fokus Pada Ibadah) inna sholati wanusukki wama yahya wama mati lillahi robbil alamin..

Karena in syaa Allah kita berbeda dengan mereka.. kecintaan kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak hanya sebatas ucapan dan klaim semata. Semua harus kita bayar kontan tanpa RIBA dan jangan pakai PAYTREND !!!

Pay = BAYAR
Trend = Cenderung

PAYTREND = Cenderung pada yang BAYAR ??

Kita ummat pilihan Allah ! Kita adalah Pemenang !

Anna uhibukkum fillah..
Sumber http://www.fpi-online.com

Benarkah Pemerintah Cina Mempersekusi Muslim Uighur? Ini Jawabannya

Senin, 24 Desember 2018

FPI-Online.com - Jakarta,

TANYA JAWAB TENTANG KONFLIK UIGHUR

T : Benarkah pemerintah China mempersekusi Muslim Uighur?

J : Benar.

T : Tapi sejauh yang saya baca di detik, NU Online, bahkan testimoni dari mahasiswa di Beijing, itu tidak benar?

J : Idealnya selain baca detik atau mendengar dari mahasiswa di Beijing, baca juga semua situs-situs berita internasional yang independen. Ada ratusan mungkin ribuan outlet berita yang menulis tentang Uighur. Sebagian besar mengirim wartawannya ke sana. Organisasi HAM Internasional juga sudah menurunkan laporannya. Semua menemukan hal yang sama: ada kejahatan serius yang dilakukan pemerintah China.

T : Tapi situs-situs berita itu juga tetap ada kemungkinan bias, misalnya karena China saat ini sedang ada perang dagang dengan Amerika...

J : Anda sedang menuduh semua kanal berita di dunia ini tidak objektif. Semua wartawan yang duduk di depan komputer mereka dari Asia hingga Eropa berpihak pada Amerika? dalam apa?...perang dagang? Seolah mereka peduli itu? Begitu sayangkah mereka dengan Trump? Anda harusnya membaca bagaimana hubungan media dengan Trump, justru...

T : Oke, oke...tapi Dubes China dan konsulat china di Indonesia telah memberikan sanggahan juga...

J : Memangnya mereka bisa bicara sebaliknya? Misalnya, 'Iya, pemerintah saya melakukan kejahatan di tanah air saya...'

T : Mahasiswa di Beijing juga mengatakan begitu, tidak ada perlakuan sewenang-wenang....

J : Beijing ke Xinjiang itu jauh, jaraknya sekitar 1.400 kilometer.

T : Anda ini berlagak seolah Anda tahu semua di sana!

J : Saya gak tahu, makanya saya membaca banyak berita. Saya jurnalis dan setiap hari melakukan analisis data dan fakta. Kadang-kadang, jika sesuatu terlalu membingungkan, Anda perlu mengikuti cerita penduduk setempat, warga biasa, para traveler, pemilik restoran, akademisi, atau turis, dan mencocokannya secara bersilangan dengan data, reportase mendalam dan laporan wartawan. Memang sulit, misalnya Anda tidak bisa mendapatkan banyak bukti tentang perlakuan sewenang-wenang di dalam kamp yang menampung 300.000 hingga sejuta orang karena pemerintah China memang benar-benar sangat ketat mengontrol informasi. Tidak mungkin akan ada foto dari dalam camp. Kebanyakan foto yang beredar memang hoax.Semua orang bisa dibungkam, tapi tak ada kontrol informasi yang benar-benar sempurna.

T : Lalu kesimpulan Anda?

J : Ya, memang benar. Pemerintah China melanggar hak-hak dasar Muslim Uighur, menekan kebebasan berekspresi, memeluk agama, dan melakukan hal-hal yang sebenarnya adalah privasi mereka. Mereka diincar dengan alasan sepele, misalnya pernah berkunjung ke negara islam, dll,  ditangkap tanpa proses peradilan, lalu  dimasukkan ke dalam camp untuk "disekolahkan".

T : Tapi, itu tidak mungkin berdasarkan agama! pemerintah China tidak anti-islam. Sebenarnya, jika berdasarkan laporan mahasiswa di Beijing, semua aman-aman saja, pemerintah China menjamin kebebasan beragama...

J :  Semua negara ideologis pasti anti dengan idologi lainnya. Itu alamiah aja. Di dalam kamp, saya membaca yang pertama dipaksakan kepada mereka adalah meninggalkan keyakinan. Mereka diindoktrinasi selama berbulan-bulan untuk itu.

T : Tapi Pemerintah China membiarkan  muslim Timur tengah, negara-negara Asia, para mahasiswa dari Indonesia...

J : Ya, apa mereka mau berurusan dengan negara-negara islam di dunia?

T : Bisa saja.

J : Tidak mungkin terjadi. Terlalu berisiko. Itulah sebabnya mengapa mereka mengontrol ketat informasi, agar tidak berurusan dengan muslim di luar.  China adalah negara superior tapi mereka tidak sekonyol itu untuk memperkusi muslim negara lain. Yang bisa mereka lakukan hanyalah mempersekusi muslim yang merupakan warga mereka sendiri. Dan kebanyakan muslim di China 70 persennya memang berada di wilayah Xinjiang sana...Orang Uighur itu."

T : Tapi itu karena muslim Xinjiang adalah separatis dan ekstrimis!

J : Yang mana, separatis atau ekstrimis?

T : Keduanya! Apa yang dilakukan China kepada mereka harus diletakkan dalam konteks penanganan terorisme.

J : Kita akan berdebat mengenai motif ini selama 7 hari 7 malam dan belum akan selesai, karena sebenarnya kita tidak bisa mengukur apa yang ada di dalam kepala pemerintah. Yang bisa kita ukur adalah apa yang mereka lakukan.

T : Lalu apa standar Anda mengatakan bahwa ini adalah kejahatan?

J : Skala dan intensitas. Jika pemerintah china hanya berburu teroris atau separatis, mereka hanya akan mengejar sepuluh, seratus, atau paling banyak seribu orang. Jika yang dilakukan sebuah negara menahan jutaan orang dalam kamp dan mempersekusi jutaan lainnya, itu bukanlah perang melawan separatisme. Itu adalah aksi untuk menghapuskan hak asasi, mencerabut identitas dan budaya Uighur, dan bahkan ada usaha untuk melakukan pembersihan etnis.

T : Tapi meski skala-nya begitu, tetap saja itu bisa karena motif politik. Karena orang Uighur ingin berpisah dari China.

J : Memang tidak ada motivasi tunggal di belakang setiap aksi atau penyerbuan.  Perang misalnya adalah campuran berbahaya dari motif ideologis,  politik, ekonomi perebutan sumber daya alam...Tidak ada yang sederhana. Tapi kembali, apakah kita hanya membela orang berdasarkan motif kepada mereka, bukan karena perbuatan atas mereka?

T : Tapi, kalau kata mahasiswa...

J : Kamu mahasiswa-mahasiswa indonesia terus, kamu punya pacar di China?

T : Hehehe, iya...

J : Oh, *toyor kepala* Pantaass....
Sumber http://www.fpi-online.com

LPI - FPI Kaltim Kawal Aksi Damai Bela Muslim Uyghur Di Samarinda

Jum'at, 28 Desember 2018

FPI-Online.com - Samarinda, Duka mendalam menimpa hati umat Islam bagi kaum muslim Uyghur (eks Negara Turkistan) atas penindasan terhadap hak kemerdekaan oleh pemerintah RRC terhadap mereka.

Kekejaman, intimidasi terhadap kenyakinan beragama suatu bangsa telah memicu aksi protes keras berbagai negara,  juga berbagai daerah-daerah di tanah air termasuk juga ibukota Kalimantan Timur yaitu kota Samarinda.

Aksi Damai Bela Muslim Uyghur yang berlangsung di Samarinda - Kalimantan Timur, hari jum'at (28/12/2018) berlangsung dengan tertib dan damai.

Aksi dimulai ba'da sholat jum'at dengan massa ribuan orang melakukan konvoi dengan titik kumpul di Masjid Baitul Muttaqien (Masjid Islamic Center Samarinda) menuju Kantor Gubernur di Jl. Gadjah Mada.

Konvoi berlangsung dengan tertib dengan kibaran bendera tauhid Ar-Rayah dan Al-Liwa mengiringi sepanjang jalan rute konvoi yang berjarak kurang lebih 2 KM.

Setelah melakukan orasi dari perwakilan beberapa ormas, Gubernur Kalimantan Timur Bapak Isran Noor datang keluar menemui langsung peserta aksi dan naik keatas mobil komando menerima surat tuntutan dan aspirasi dari Aliansi Umat Islam Kalimantan Timur.

Berjalannya aksi dikawal oleh  LPI (FPI) DPD Kaltim dipimpin pangda Aziend Ramadhan, aksi berakhir Pukul 15.00 Wita dengan tertib aman dan lancar.

Sumber: Pangda LPI Kaltim - LIF Balikpapan.

Sumber http://www.fpi-online.com