Tampilkan postingan dengan label NKRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NKRI. Tampilkan semua postingan

Siapa Bilang Syariat Islam Tidak Boleh Berlaku Dalam Negara Pancasila ???!!!

Ahad, 27 Januari 2019


FPI-Online.com - Jakarta,

a. Hukum Ibadat seperti Shalat, Puasa, Zakat dan Haji sudah sejak lama berlaku di Negara Pancasila Indonesia.

b. Hukum Keluarga Islam seperti Pernikahan, Perceraian, Waris,  Wasiat, Hibah dan Waqaf sudah sejak lama berjalan di Negara Pancasila Indonesia, bahkan Negara telah menyediakan perangkat hukumnya seperti Pengadilan Agama dan KHI (Kompilasi Hukum Islam).

c. Hukum Pendidikan Islam juga sudah lama dilaksanakan, sehingga di seluruh pelosok Negara Pancasila Indonesia tumbuh subur Sistem Pendidikan Pesantren dan Madrasah yang diakui resmi oleh Negara.

d. Hukum Ekonomi Islam pun sudah marak berjalan di Negara Pancasila Indonesia, sehingga Sistem Ekonomi Syariah mulai digandrungi, seperti Lembaga Keuangan Syariah, Perbankan Syariah, Pergadaian Syariah, Leasing Syariah, dan lain sebagainya.

Ada pun Hukum Pidana Islam masih dalam proses perjuangan untuk diterapkan, karena memang tidak ada larangan dalam Konstitusi Negara Pancasila Indonesia untuk Penerapan Syariat Islam.

Ayo ..., wujudkan NKRI BERSYARIAH ... !!!
Sumber http://www.fpi-online.com

Di Markaz Syariah Pesantren Milik Habib Rizieq Syihab, Mbak Tutut Kagumi Peran FPI Jaga NKRI

FPI-Online.com - Bogor, Politisi senior Partai Berkarya, Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut bersama Mamiek dan keluarga Cendana lainnya bersilaturahmi ke pondok pesantren Markaz Syariah Megamendung Bogor. (Rabu 10 April 2019).

Mbak tutut ikut berkomentar mengenai kekerasan terhadap anggota Front Pembela Islam (FPI) di Yogyakarta. Mbak Tutut menyesalkan terjadinya penyerangan yang diduga dilakukan salah satu massa partai politik usai kampanye terhadap markas FPI.

Putri sulung Presiden kedua Soeharto itu mengatakan, FPI juga ikut berperan mengamankan bangsa. Dia lalu mencontohkan bagaimana kiprah FPI dalam kegiatan 212 dan misi kemanusiaan saat tsunami Aceh.

"Saat 212 tidak ada kekacauan. Semuanya rapi dan bersih. Saya yakin FPI tidak brutal," katanya saat berkunjung ke Pesantren Markaz Syariah di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu 10 April 2019.

Tahun 2004, lanjut Mbak Tutut, FPI juga memperlihatkan peran serta yang luar biasa saat terjadinya bencana tsunami di Aceh. FPI membantu aparat TNI dan membantu sesama warga Indonesia yang menjadi korban.

"Kita harus menghormati apa yang dilakukan FPI," ujarnya.


Mbak Tutut sekali lagi memuji peranan FPI yang luar biasa. Berani dan bertanggung jawab atas peran-peran yang mereka lakukan di masyarakat. Karena itu, dia mengingatkan agar FPI jangan sampai ditunggangi orang-orang yang bertujuan merusak nama baik organisasi.

Dia juga berharap semoga Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, segera kembali ke tanah air setelah terjadi perubahan yang akan memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia.

Kepada para santri Mbak Tutut berpesan untuk menjadi generasi penerus yang berguna. Ia juga mengingatkan peran pesantren yang sangat membantu pemerintah membangun sumber daya manusia.


"Pemerintah tak akan mampu  menangani pendidikan seluruh rakyat sendirian, peranan pesantren sangat membantu, " katanya.

Mamiek Soeharto, yang ikut dalam kunjungan itu, mengatakan bersyukur bisa ke Markaz Syariah bersama para kader FPI.

Menurut Mamiek, dari kunjungan ini terbuka peluang kerjasama di bidang pertanian dan peternakan. Semoga kerjasama bisa ditingkatkan demi kejayaan umat, bangsa dan negara.

"Kami terpanggil untuk berjuang demi kemaslahatan rakyat. Kami ingin Indonesia kembali makmur berdaulat dan disegani bangsa lain." ujar Mamiek.


Pesantren Markaz Syariah terhampar di atas tanah seluas 70 hektare. Di tempat pendidikan agama, selain ruang belajar dan asrama, juga ada kebun alpukat jenis greengold.

Pimpinan pesantren ini adalah Habib Muhammad bin Husein Al Attas, menantu Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab. Dia memberi penjelasan tentang semua fasilitas pesantren, termasuk usaha santri di bidang pertanian, antara lain budidaya alpukat yang sudah dikirim ke Eropa dan Timur Tengah.

"Senang sekali mendapat informasi pesantren bisa ekspor alpukat greengold ke Eropa dan Timur Tengah, " kata Mbak Tutut.

Sumber : www.viva.co.id
Sumber http://www.fpi-online.com

Maklumat Penting Front Pembela Islam Menghadapi Situasi Politik Saat Ini

MAKLUMAT FPI

Menghadapi situasi dan kondisi politik yang tidak menentu serta dalam upaya menjaga keselamatan agama mau pun keutuhan bangsa dan negara, maka Front Pembela Islam memberikan maklumat kepada umat, khususnya ke jajaran pengurus FPI, LPI dan sayap juangnya, untuk ; 

1. Menyiapkan kondisi Siaga 1 untuk menghadapi segala kemungkinan skenario terburuk. Termasuk didalamnya adalah membaca hizb nashir dan berdo'a memohon kepada Allah SWT agar memberikan pertolongan kepada umat Islam, bangsa dan negara.

2. Mengamankan suara pemilih untuk pemenangan capres hasil Ijtima Ulama, termasuk bila diperlukan dengan menjadi saksi di tiap TPS dan PPK.

3. Menjaga dan mengawal kotak suara hingga ke PPK agar tidak terjadi manipulasi mau pun kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis dan massif.

4. Menjaga dan mengawal keselamatan ulama dan para pemilih yang menjalankan hak politiknya.

5. Melawan segala bentuk kecurangan dalam Pilpres dan Pileg 2019.
Demikian maklumat ini dibuat agar menjadi perhatian kita semua.



Jakarta, 11 Sya’ban 1440 H / 16 April 2019 M
Dewan Pimpinan Pusat – Front Pembela Islam

KH. Ahmad Shabri Lubis, S.Pd.I
Ketua Umum

H. Munarman, SH
Sekretaris Umum

Mengetahui,
Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA
Imam Besar

Sumber http://www.fpi-online.com

Sulawesi Tengah Kembali Berduka, Kabupaten Sigi Dilanda Musibah Banjir Bandang

FPI-Online.com - Sulteng, 'Dukamu Duka Kami' Sepekan Jelang Ramadhan, Warga Desa Kabupaten Sigi, dirundung musibah Banjir Bandang.

Intensitas Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir terus mengguyur deras sebagian wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Puncaknya, meluapnya aliran air sungai dibeberapa desa menyebabkan tanggul sungai jebol, hingga anjir bandang dan tumpukan lumpur melanda rumah rumah warga di Kabupaten Sigi, pada Senin (29/04/2019).

Akibatnya, enam desa yakni diantaranya; Desa Balongga, Desa Bangga, Desa Walatana, Desa Omu, Desa Tuva, dan Desa Salua di Kabupaten Sigi, menjadi korban musibah kali ini.

Musibah banjir bandang yang terjadi sepekan sebelum datangnya Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriyah menambah sedih dalam keseharian para warga desa yang ingin menyambut kedatangan Bulan Kemenangan Umat Islam.

Masyarakatpun, turut merasakan  kesulitan untuk menghadapi hari hari selama bulan puasa satu bulan penuh lamanya. Rumah rumah warga korban banjir bandang dan timbunan lumpur, kondisinya sangat memperihatinkan bahkan tak layak untuk dihuni.

Saat ini menurut informasi yang diperoleh, dengan keterbatasan yang ada Relawan FPI Sulawesi Tengah sudah berada dilokasi kejadian dan tengah bersiaga untuk melakukan tindakan pertolongan dan penyelamatan warga.

Berbekal, peralatan seadanya dan logistik yang dibawanya. Para relawan FPI Sulawesi Tengah, telah melakukan pendataan dan penyaluran distribusi makanan juga minuman dengan segala keterbatasannya, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Namun, meski penyaluran bantuan telah dilakukan, para warga desa masih berharap uluran tangan para dermawan.

Berikut catatan penting kebutuhan mendesak yang sangat dinantikan warga, seperti; Bahan Makanan, Air Bersih Kemasan, Terpal Tenda Pengungsian dan Selimut serta Obat - Obatan.


أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ)    رواه البخاري

Bahwasanya Abdullah bin Umar r.
mengabarkan, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain; oleh karena itu ia tidak boleh menganiaya dan mendiamkannya. Barang siapa memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Barang siapa membantu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan membantu kesulitannya dari beberapa kesulitannya nanti pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat ” .  (HR Bukhari)

Salurkan Donasi Anda Melalui :
Rek. Syariah Mandiri (BSM)
7125112239 (Kode Bank 451)
A/n.KEMANUSIAAN FRONT

Konfirmasi Bantuan/Donasi anda ke contak dibawah ini :
* Ust.Sugianto Kaimudin
   0811-4501-846
* Ust.Kasmuri Salamah
   0813-4410-43718
* Bendahara DPD-FPI
   SULTENG
   0852-9890-8093

Relawan Kemanusiaan FPI juga membuka layanan jemput donasi di empat wilayah, berikut kontak yang dapat dihubungi ;
*Wilayah Poso
0853-4187-4310 
*Wilayah Morowali
 0822-9145-5579
*Wilayah Palu 
0812-4530-8009
*Wilayah Toli Toli 
0813-4103-3633

Sumber http://www.fpi-online.com